Selasa, 07 Juli 2015

ARTRITIS GOUT (ASAM URAT)

  Defenisi


Adalah suatu peradangan sendi sebagai manifestasi dari akumulasi andapan kristal monosodium urat, yang terkumpul di dalam sendi sebagai akibat dari tingginya kadar asam urat dalam urat (hiperurisemia). Meskipun begitu, tidak semua orang yang memiliki hiperurisemia adakah penderita artrhitis gout.


  Insiden
Artritis gout umumnya dijumpai pada laki-laki dari semua usia, paling sering pada dekade kelima atau keenam, namun pada perempuan umumnya dijumpai pada usia lanjut (lansia) atau sesudah menopause. Faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya artritis gout antara lain: penyakit komorbiditas seperti kegemukan, tekanan darah tinggi (hipertensi), dan diet tinggi purin serta konsumsi alkohol. Di samping itu obat-obatan tertentu dapat menyebabkan penurunan ekskresi asam urat. (contohnya: obat diuretik yang digunakan pada penderita sakit jantung atau pirazinamid yang digunakan pada penderita TBC).

c)     Etiologi

Dalam keadaan normal, beberapa asam urat (yang merupakan hasil pemecahan sel) ditemukan dalam darah karena tubuh terus menerus memecahkan sel dan membentuk sel yang baru dan karena makanan yang dikonsumsi mengandung cikal bakal asam urat. Kadar asam urat menjadi sangat tinggi jika ginjal tidak dapat membuangnya melalui air kemih. Tubuh juga bisa menghasilkan sejumlah besar asam urat karena adanya kelainan enzim yang sifatnya diturunkan atau karena suatu penyakit (misalnya kanker darah), dimana sel-sel berlipat ganda dan dihancurkan dalam waktu yang singkat. Beberapa jenis penyakit ginjal dan obat-obatan tertentu mempengaruhi kemampuan ginjal untuk membuang asam urat.

d)   Faktor Resiko

Selama ini gout hanya dikaitkan dengan masalah diet dan konsumsi jenis obat tertentu  yang dapat menyebabkan hiperurisemia, tetapi ternyata terdapat berbagai faktor lain yang dapat meningkatkan risiko gout. Penggunaan diuretik thiazide, cyclosporine, dan asam asetilsalisilat dosis rendah (<1 g per hari) dapat menyebabkan hiperurisemia, sedangkan asam asetilsalisilat dosis tinggi (≥ 3 g per hari) bersifat urikosurik. Faktor-faktor yang berkaitan dengan hiperurisemia dan asam urat antara lain adalah: resistensi insulin, sindrom metabolik, obesitas,insufisiensi ginjal, hipertensi, gagal jantung kongestif, transplantasi organ.
Risiko kejadian gout meningkat pada orang yang banyak mengonsumsi makanan dengan kandungan purin tinggi (terutama daging dan makanan laut), etanol (terutama alkohol), minuman ringan, dan fruktosa. Risiko kejadian gout menurun pada mereka yang banyak mengonsumsi kopi, produk susu, dan vitamin C (yang menurunkan kadar asam urat). Faktor pemicu untuk flare (eksaserbasi akut) berulang meliputi penggunaan diuretik, konsumsi alkohol, menjalani rawat inap, dan menjalani tindakan operasi. Terapi untuk menurunkan kadar asam urat (misal: allopurinol) mungkin dapat memicu timbulnya serangan gout akut, mungkin disebabkan oleh perpindahan asam urat yang disimpan dalam jaringan tubuh (terjadi fluktuasi kadar asam urat). 

Diagnosis
Untuk memudahkan penegakan diagnosis arthritis gout akut, dapat digunakan kriteria dari ACR (American College of Rheumatology) tahun 1977:

a.  Ditemukannya kristal urat di cairan sendi, atau

b.  Adanya tofus yang berisi kristal urat, atau

c.  Terdapat 6 dari 12 kriteria klinis, laboratoris dan radiologis berikut :

1)    Terdapat lebih dari satu kali serangan arthritis akut

2)  Inflamasi maksimal terjadi dalam waktu satu hari

3)  Arthritis monoartikuler

4)  Kemerahan pada sendi

5)  Bengkak dan nyeri pada MTP-1

6)  Artritis unilateral yang melibatkan MTP-1

7)   Artritis unilateral yang melibatkan sendi tarsal

8)  Kecurigaan adanya tofus

9)  Pembengkakan sendi yang asimetris (radiologis)

10) Kista subkortikal tanpa erosi (radiologis)
             11)  Kultur mikroorganisme negative pada cairan sendi.

MANIFESTASI PENYAKIT JANTUNG

Artikel ini memuat tentang gejala dari penyakit jantung, mari kenali gejala dan tanda tersebut.

Faktor-faktor Risiko Penyakit Jantung :

  1. Memasuki usia 45 tahun bagi pria.
  2. Sangat penting bagi kaum pria untuk menyadari kerentanan mereka dan mengambil tindakan positif untuk mencegah datangnya penyakit jantung.
  3. Bagi wanita, memasuki usia 55 tahun atau mengalami menopause dini (sebagai akibat operasi).
  4. Wanita mulai menyusul pria dalam hal risiko penyakit jantung setelah mengalami menopause.
  5. Riwayat penyakit jantung dalam keluarga. Riwayat serangan jantung di dalam keluarga sering merupakan akibat dari profil kolesterol yang tidak normal.
  6. Diabetes. Kebanyakan penderita diabetes meninggal bukanlah karena meningkatnya level gula darah, namun karena kondisi komplikasi jantung mereka.
  7. Merokok. Resiko penyakit jantung dari merokok setara dengan 100 pon kelebihan berat badan - jadi tidak mungkin menyamakan keduanya.
  8. Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  9. Kegemukan (obesitas). Obesitas tengah (perut buncit) adalah bentuk dari kegemukan. Walaupun semua orang gemuk cenderung memiliki risiko penyakit jantung, orang dengan obesitas tengah lebih-lebih lagi.
  10. Gaya hidup buruk. Gaya hidup yang buruk merupakan salah satu akar penyebab penyakit jantung - dan menggantinya dengan kegiatan fisik merupakan salah satu langkah paling radikal yang dapat diambil.
  11. Stress. Banyak penelitian yang sudah menunjukkan bahwa, bila menghadapi situasi yang tegang, dapat terjadi arithmias jantung yang membahayakan jiwa.

Gejala Penyakit  Jantung

Gejala penyakit jantung untuk setiap orang biasa berbeda. Gejala penyakit jantung dimulai dengan rasa sakit yang tidak jelas, rasa tidak nyaman yang samar, atau rasa sesak dibagian tengah dada. Kadang, sebuah penyakit jantung hanya menimbulkan rasa tidak nyaman yang ringan sekali sehingga sering disalahartikan sebagai gangguan pencernaan, atau bahkan lepas dari perhatian sama sekali. Dalam hal ini, satu-satunya cara yang memungkinkan terdeteksinya sebuah penyakit jantung adalah ketika harus menjalani pemeriksaan ECG untuk alasan lain yang mungkin tidak berkaitan.

Dipihak lain, gejala penyakit jantung menimbulkan rasa nyeri paling buruk yang pernah dialami - rasa sesak yang luar biasa atau rasa terjepit pada dada, tenggorokan atau perut. Bisa juga mengucurkan keringat panas atau dingin, kaki terasa sakit sekali dan rasa ketakutan bahwa ajal sudah mendekat.

Juga mungkin merasa lebih nyaman bila duduk dibanding bila berbaring dan mungkin napas begitu sesak sehingga tidak bisa santai. Rasa mual dan pusing bahkan sampai muntah, bahkan yang lebih parah yaitu ketika sampai kolaps dan pingsan.

Ada beberapa gejala penyakit jantung yang lebih spesifik, antara lain:

  1. Nyeri. Jika otot tidak mendapatkan cukup darah (suatu keadaan yang disebut iskemi), maka oksigen yang tidak memadai dan hasil metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang. Angina merupakan perasaan sesak di dada atau perasaan dada diremas-remas, yang timbul jika otot jantung tidak mendapatkan darah yang cukup. Jenis dan beratnya nyeri atau ketidaknyamanan ini bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang yang mengalami kekurangan aliran darah bisa tidak merasakan nyeri sama sekali (suatu keadaan yang disebut silent ischemia).
  2. Sesak napas merupakan gejala yang biasa ditemukan pada gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner).
  3. Kelelahan atau kepenatan. Jika jantung tidak efektif memompa, maka aliran darah ke otot selama melakukan aktivitas akan berkurang, menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala ini seringkali bersifat ringan. Untuk mengatasinya, penderita biasanya mengurangi aktivitasnya secara bertahap atau mengira gejala ini sebagai bagian dari penuaan.
  4. Palpitasi (jantung berdebar-debar)
  5. Pusing & pingsan. Penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan.

HIPERTENSI

Tekanan darah tinggi atau hipertensi telah menjadi penyakit yang umum bagi banyak orang saat ini, apalagi bagi mereka yang tinggal di kawasan perkotaan. Tekanan darah tinggi atau hipertensi menjadi salah satu faktor penyebab stroke, serangan jantung, dan juga gagal ginjal. Dan akibat terburuk dari penyakit ini adalah kematian. Karena itu, jika bisa, penyakit ini harus dicegah. Jika Anda memiliki tekanan darah yang tinggi, Anda dapat mengendalikan penyakit ini. Bagaimana cara mencegah dan mengendalikan darah tinggi atau hipertensi?

Tekanan Darah

Sebelum membahas mengenai tekanan darah tinggi atau hipertensi, ada baiknya Anda mengenal terlebih dahulu tentang tekanan darah. Saat Anda melakukan pemeriksaan fisik atau pemeriksaan klinis ke dokter, biasanya ada alat khusus yang digunakan oleh dokter untuk memeriksa tekanan darah. Alat untuk memeriksa tekanan darah disebut sphigmomanometer atau dikenal juga dengan tensimeter. Ada tensimeter digital dan ada juga tensimeter air raksa yang masih umum digunakan untuk pemeriksaan klinis.

Memeriksa Tekanan Darah

Saat memeriksa tekanan darah, ada dua angka yang biasanya disebut misalnya 120/80. Apa yang dimaksud angka-angka tersebut? 

Sistolik

Angka pertama (120) yaitu tekanan darah sistolik, yaitu tekanan saat jantung berdenyut atau berdetak (sistol). Sering disebut tekanan atas. 

 

Diastolik

Angka kedua (80) yaitu tekanan darah diastolik, yaitu tekanan saat jantung beristirahat di antara saat pemompaan. Sering disebut tekanan bawah.

Dokter akan melakukan pemeriksaan tekanan darah dengan menyuruh pasien duduk atau berbaring, karena itu posisi terbaik untuk mengukur tekanan darah. Lalu dokter biasanya akan mengikat kantung udara pada lengan kanan kecuali pada lengan tersebut terdapat cedera. Setelah itu, dilakukan pengukuran tekanan darah. Perbedaan antara tekanan sistolik dan diastolik disebut tekanan denyut.
Apa yang dimaksud dengan tekanan darah? Tekanan darah yaitu tekanan yang dialami darah pada pembuluh arteri ketika darah di pompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia. Tekanan darah dibuat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya terdapat dua angka yang akan disebut oleh dokter. Misalnya dokter menyebut 140-90, maka artinya adalah 140/90 mmHg. Angka pertama (140) menunjukkan tekanan ke atas pembuluh arteri akibat denyutan jantung atau pada saat jantung berdenyut atau berdetak, dan disebut tekanan sistolik atau sering disebut tekanan atas. Angka kedua (90) menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara pemompaan, dan disebut tekanan diastolik atau sering juga disebut tekanan bawah.
 
Tekanan Darah Sistolik (angka pertama) Diastolik (angka kedua)
Darah rendah atau hipotensi Di bawah 90    Di bawah 60
Normal 90 - 120       60 - 80
Pre-hipertensi 120 - 140       80 - 90
Darah tinggi atau hipertensi (stadium 1) 140 - 160 90 - 100
Darah tinggi atau hipertensi (stadium 2 / berbahaya) Di atas 160 Di atas 100

SEL DARAH MERAH

SEL DARAH MERAH ADALAH....

Sel darah merah, atau yang disebut juga dengan eritrosit, adalah sebuah sel yang berada di dalam darah dan mengandung hemoglobin. Kandungan hemoglobin dalam sel ini menyebabkan warna kemerahan sehingga disebut sebagai sel darah merah.
Eritrosit merupakan sel darah dengan jumlah paling banyak. Setiap 1 mililiter darah mengandung sekitar 5 juta sel darah merah. Sel ini memiliki bentuk datar seperti piringan dengan cekungan di tengah-tengah sel atau disebut bikonveks. Selain bentuknya yang bikonveks, eritrosit memiliki kelenturan yang luar biasa. Diameter dari sel dapat berkurang hingga 50% sehingga mampu melewati pembuluh darah yang kecil (kapiler).
Sel darah merah memiliki waktu hidup sekitar 120 hari. Saat mencapai akhir waktu hidupnya, sel darah merah akan dipecah di limpa dan zat besi didalamnya akan digunakan lagi untuk membentuk sel darah merah baru. Eritrosit dibentuk di sumsum tulang, berada di rongga dalam tulang, melalui proses eritropoesis.

FUNGSI SEL DARAH MERAH

Sel darah merah memiliki fungsi utama sebagai pengangkut gas darah dari paru-paru ke seluruh tubuh atau sebaliknya. Oksigen yang dihirup akan masuk paru-paru dan kemudian dibawa oleh sel dareah merah ke seluruh tubuh. Sementara gas karbon dioksida yang ada diseluruh tubuh akan dibawa kembali ke paru-paru untuk nantinya dikeluarkan saat kita membuang nafas. Bentuk biconveks eritrosit sangat menunjang fungsi utamanya tersebut karena memperbesar luas permukaan sel.
Hemoglobin merupakan zat didalam eritrosit yang berfungsi untuk mengikat oksigen. Hemoglobin mengandung zat besi yang akan berwarna kemerahan saat mengikat oksigen, dan akan berwarna gelap saat tidak mengikat oksigen. Sehingga kekurangan zat besi dapat mengakibatkan gangguan pada pembentukan hemoglobin.

SEL DARAH PUTIH (LEUKOSIT)

Tubuh kita memiliki beragam cara untuk mencegah mikroorganisme menginfeksi kita dan menciptakan kekacauan dalam sel kita. Ada berbagai lini pertahanan tubuh menetapkan untuk menjaga penyakit yang menyebabkan mikroorganisme mendekat. Semua ini dimediasi pada tingkat sel oleh salah satu komponen darah yang dikenal sebagai sel darah putih atau leukosit. Semua orang tahu bahwa fungsi utama dari sel darah putih untuk melindungi tubuh dari agen luar yang cenderung menyebabkan penyakit. Namun, apakah Anda bertanya-tanya bagaimana fungsi ini dilakukan dan apa fungsi sel darah putih dijalankan oleh jenis sel? Ada berbagai jenis leukosit dan masing-masing adalah mahir melaksanakan fungsi spesifik terhadap jenis tertentu patogen. Diberikan di bawah ini adalah rincian mengenai berbagai jenis sel darah putih dan fungsi yang dilakukan oleh masing-masing dari mereka.

Struktur Fungsi Sel Darah putih:

Leukosit Fungsi
Neutrofil Neutrofil dikatakan salah satu sel pertama yang keseluruhan pada tempat infeksi, akibatnya dimana mereka sering dicap sebagai garis pertahanan pertama dalam tubuh. Mereka menyerang bakteri dan jamur yang masuk ke dalam tubuh dan sering dibunuh dalam proses melawan patogen ini. Ini terlibat dalam respon inflamasi akut dan bertindak dengan fagositosis patogen dan sering dirinya terbunuh dalam proses. Penurunan jumlah neutrofil dikenal sebagai neutropenia.
Eosinofil eosinofil adalah salah satu granulosit yang terutama terlibat dengan infeksi parasit. Setiap peningkatan mendadak dalam hitungan eosinofil biasanya menunjukkan adanya parasit dalam tubuh. Mereka juga hadir dalam kelimpahan ketika seseorang memiliki respon alergi terhadap sesuatu. Dengan demikian, bila ada peningkatan jumlah sel darah putih eosinofil, maka mungkin juga menunjukkan asma atau demam.
Basofil Basofil adalah jenis sel darah putih yang terutama dirilis dalam jumlah besar ketika seseorang memiliki reaksi alergi, karena melepaskan histamin, salah satu zat kimia utama dirilis pada reaksi alergi. Juga, fungsi sel darah putih ini dengan terlibat dalam respon antigen dalam tubuh.
Limfosit Limfosit terutama terlibat dalam pembuatan antibodi yang dapat berikatan pada patogen sehingga untuk menghancurkan mereka. Mereka juga memediasi respon imun dan membunuh sel-sel tumor dan kanker.
Monosit Monosit juga bertindak atas patogen dan bantuan neutrofil dalam melaksanakan fungsi mereka.

ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI

            Anemia Defisiensi Besi adalah kondisi medis yang ditandai dengan berkurangnya sel darah merah di dalam tubuh akibat kekurangan zat besi. Zat besi berperan dalam produksi hemoglobin, suatu protein di dalam sel darah merah yang berperan dalam mengangkut oksigen. Ketika kadar zat besi di dalam darah rendah akibat berbagai faktor, seperti kurang asupan zat besi, kehilangan darah dalam jumlah besar, ketidakmampuan tubuh untuk menyerap zat besi sewaktu hamil, produksi hemoglobin menjadi terbatas.
           Hal ini juga mempengaruhi produksi sel darah merah. Penderita anemia defisiensi besi biasanya menunjukkan gejala pernafasan pendek, pusing, dan mudah lelah. Gejala berkembang secara bertahap seiring dengan kondisi dimulainya penurunan kadar zat besi di dalam darah tetapi jumlah sel darah merah tetap konstan. Ketika defisiensi besi tidak dikoreksi, kondisi berlanjut menjadi penurunan total zat besi, menyebabkan anemia defisiensi besi dan beserta gejala-gejalanya.
             Vegetarian memiliki risiko lebih tinggi untuk terjadinya kondisi ini karena mereka tidak memilki asupan zat besi yang berasal dari daging. Oleh karena itu, penting untuk para vegetarian menambah asupan suplemen zat besi secara teratur untuk mencegah berkembangnya anemia defisiensi besi. 
              Penanganan untuk kondisi ini biasanya termasuk penanganan penyebab yang mendasari yang mencegah tubuh untuk menyerap zat besi, bersamaan dengan pemberian suplemen zat besi. 

DIABETES MELITUS

Diabetes adalah suatu penyakit, dimana tubuh penderitanya tidak bisa secara otomatis mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darahnya. Pada tubuh yang sehat, pankreas melepas hormon insulin yang bertugas mengangkut gula melalui darah ke otot-otot dan jaringan lain untuk memasok energi.
Diabetes merupakan gangguan metabolisme dari distribusi gula oleh tubuh. Penderita diabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tubuh yang tak mampu menggunakan insuin secaa efektif, sehingga terjadilah kelebihan gula di dalam darah. Kelebihan gula yang kronis di dalam darah (hiperglikemia) ini menjadi racun bagi tubuh.
Sebagiaan glukosa yang tertahan di dalam darah itu melimpah ke sistem urine untuk dibuang melalui urine. Air kencing penderita diabetes yang mengandung gula.

Tanda dan gejala yang sering dikeluhkan pasien diabetes mellitus antara lain :
sering buang air kecil dimalam hari, sering merasa haus, cepat merasa lapar, berat badan turun dengan cepat, merasa lemah dan gampang kelelahan, sering kesemutan di kaki dan tangan, penglihatan kabur, sering infeksi, keputihan, luka atau memar yang sukar sembuh (gangren), bisul, kulit kering atau gatal-gatal.

Komplikasi Diabetes
Apabila dibiarkan tak terkendali serta tanpa perawatan yang memadai, kondisi diabetes ini dapat menimbulkan komplikasi penyakit yang berakibat fatal, seperti kerusakan saraf (Neuropathy), otak (cerebrovaskular), gangguan mata (retinopathy), penyakit jantung (kardiovaskular), penyakit ginjal (nefropathy), impotensi, gangguan pencernaan, komplikasi di mulut (gigi mudah lepas), mudah terinfeksi, kelainan kulit (gatal-gatal biasanya di sekitar kemaluan) dan luka membusuk (gangren).