Selasa, 07 Juli 2015

SEL DARAH MERAH

SEL DARAH MERAH ADALAH....

Sel darah merah, atau yang disebut juga dengan eritrosit, adalah sebuah sel yang berada di dalam darah dan mengandung hemoglobin. Kandungan hemoglobin dalam sel ini menyebabkan warna kemerahan sehingga disebut sebagai sel darah merah.
Eritrosit merupakan sel darah dengan jumlah paling banyak. Setiap 1 mililiter darah mengandung sekitar 5 juta sel darah merah. Sel ini memiliki bentuk datar seperti piringan dengan cekungan di tengah-tengah sel atau disebut bikonveks. Selain bentuknya yang bikonveks, eritrosit memiliki kelenturan yang luar biasa. Diameter dari sel dapat berkurang hingga 50% sehingga mampu melewati pembuluh darah yang kecil (kapiler).
Sel darah merah memiliki waktu hidup sekitar 120 hari. Saat mencapai akhir waktu hidupnya, sel darah merah akan dipecah di limpa dan zat besi didalamnya akan digunakan lagi untuk membentuk sel darah merah baru. Eritrosit dibentuk di sumsum tulang, berada di rongga dalam tulang, melalui proses eritropoesis.

FUNGSI SEL DARAH MERAH

Sel darah merah memiliki fungsi utama sebagai pengangkut gas darah dari paru-paru ke seluruh tubuh atau sebaliknya. Oksigen yang dihirup akan masuk paru-paru dan kemudian dibawa oleh sel dareah merah ke seluruh tubuh. Sementara gas karbon dioksida yang ada diseluruh tubuh akan dibawa kembali ke paru-paru untuk nantinya dikeluarkan saat kita membuang nafas. Bentuk biconveks eritrosit sangat menunjang fungsi utamanya tersebut karena memperbesar luas permukaan sel.
Hemoglobin merupakan zat didalam eritrosit yang berfungsi untuk mengikat oksigen. Hemoglobin mengandung zat besi yang akan berwarna kemerahan saat mengikat oksigen, dan akan berwarna gelap saat tidak mengikat oksigen. Sehingga kekurangan zat besi dapat mengakibatkan gangguan pada pembentukan hemoglobin.

SEL DARAH PUTIH (LEUKOSIT)

Tubuh kita memiliki beragam cara untuk mencegah mikroorganisme menginfeksi kita dan menciptakan kekacauan dalam sel kita. Ada berbagai lini pertahanan tubuh menetapkan untuk menjaga penyakit yang menyebabkan mikroorganisme mendekat. Semua ini dimediasi pada tingkat sel oleh salah satu komponen darah yang dikenal sebagai sel darah putih atau leukosit. Semua orang tahu bahwa fungsi utama dari sel darah putih untuk melindungi tubuh dari agen luar yang cenderung menyebabkan penyakit. Namun, apakah Anda bertanya-tanya bagaimana fungsi ini dilakukan dan apa fungsi sel darah putih dijalankan oleh jenis sel? Ada berbagai jenis leukosit dan masing-masing adalah mahir melaksanakan fungsi spesifik terhadap jenis tertentu patogen. Diberikan di bawah ini adalah rincian mengenai berbagai jenis sel darah putih dan fungsi yang dilakukan oleh masing-masing dari mereka.

Struktur Fungsi Sel Darah putih:

Leukosit Fungsi
Neutrofil Neutrofil dikatakan salah satu sel pertama yang keseluruhan pada tempat infeksi, akibatnya dimana mereka sering dicap sebagai garis pertahanan pertama dalam tubuh. Mereka menyerang bakteri dan jamur yang masuk ke dalam tubuh dan sering dibunuh dalam proses melawan patogen ini. Ini terlibat dalam respon inflamasi akut dan bertindak dengan fagositosis patogen dan sering dirinya terbunuh dalam proses. Penurunan jumlah neutrofil dikenal sebagai neutropenia.
Eosinofil eosinofil adalah salah satu granulosit yang terutama terlibat dengan infeksi parasit. Setiap peningkatan mendadak dalam hitungan eosinofil biasanya menunjukkan adanya parasit dalam tubuh. Mereka juga hadir dalam kelimpahan ketika seseorang memiliki respon alergi terhadap sesuatu. Dengan demikian, bila ada peningkatan jumlah sel darah putih eosinofil, maka mungkin juga menunjukkan asma atau demam.
Basofil Basofil adalah jenis sel darah putih yang terutama dirilis dalam jumlah besar ketika seseorang memiliki reaksi alergi, karena melepaskan histamin, salah satu zat kimia utama dirilis pada reaksi alergi. Juga, fungsi sel darah putih ini dengan terlibat dalam respon antigen dalam tubuh.
Limfosit Limfosit terutama terlibat dalam pembuatan antibodi yang dapat berikatan pada patogen sehingga untuk menghancurkan mereka. Mereka juga memediasi respon imun dan membunuh sel-sel tumor dan kanker.
Monosit Monosit juga bertindak atas patogen dan bantuan neutrofil dalam melaksanakan fungsi mereka.

ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI

            Anemia Defisiensi Besi adalah kondisi medis yang ditandai dengan berkurangnya sel darah merah di dalam tubuh akibat kekurangan zat besi. Zat besi berperan dalam produksi hemoglobin, suatu protein di dalam sel darah merah yang berperan dalam mengangkut oksigen. Ketika kadar zat besi di dalam darah rendah akibat berbagai faktor, seperti kurang asupan zat besi, kehilangan darah dalam jumlah besar, ketidakmampuan tubuh untuk menyerap zat besi sewaktu hamil, produksi hemoglobin menjadi terbatas.
           Hal ini juga mempengaruhi produksi sel darah merah. Penderita anemia defisiensi besi biasanya menunjukkan gejala pernafasan pendek, pusing, dan mudah lelah. Gejala berkembang secara bertahap seiring dengan kondisi dimulainya penurunan kadar zat besi di dalam darah tetapi jumlah sel darah merah tetap konstan. Ketika defisiensi besi tidak dikoreksi, kondisi berlanjut menjadi penurunan total zat besi, menyebabkan anemia defisiensi besi dan beserta gejala-gejalanya.
             Vegetarian memiliki risiko lebih tinggi untuk terjadinya kondisi ini karena mereka tidak memilki asupan zat besi yang berasal dari daging. Oleh karena itu, penting untuk para vegetarian menambah asupan suplemen zat besi secara teratur untuk mencegah berkembangnya anemia defisiensi besi. 
              Penanganan untuk kondisi ini biasanya termasuk penanganan penyebab yang mendasari yang mencegah tubuh untuk menyerap zat besi, bersamaan dengan pemberian suplemen zat besi. 

DIABETES MELITUS

Diabetes adalah suatu penyakit, dimana tubuh penderitanya tidak bisa secara otomatis mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darahnya. Pada tubuh yang sehat, pankreas melepas hormon insulin yang bertugas mengangkut gula melalui darah ke otot-otot dan jaringan lain untuk memasok energi.
Diabetes merupakan gangguan metabolisme dari distribusi gula oleh tubuh. Penderita diabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tubuh yang tak mampu menggunakan insuin secaa efektif, sehingga terjadilah kelebihan gula di dalam darah. Kelebihan gula yang kronis di dalam darah (hiperglikemia) ini menjadi racun bagi tubuh.
Sebagiaan glukosa yang tertahan di dalam darah itu melimpah ke sistem urine untuk dibuang melalui urine. Air kencing penderita diabetes yang mengandung gula.

Tanda dan gejala yang sering dikeluhkan pasien diabetes mellitus antara lain :
sering buang air kecil dimalam hari, sering merasa haus, cepat merasa lapar, berat badan turun dengan cepat, merasa lemah dan gampang kelelahan, sering kesemutan di kaki dan tangan, penglihatan kabur, sering infeksi, keputihan, luka atau memar yang sukar sembuh (gangren), bisul, kulit kering atau gatal-gatal.

Komplikasi Diabetes
Apabila dibiarkan tak terkendali serta tanpa perawatan yang memadai, kondisi diabetes ini dapat menimbulkan komplikasi penyakit yang berakibat fatal, seperti kerusakan saraf (Neuropathy), otak (cerebrovaskular), gangguan mata (retinopathy), penyakit jantung (kardiovaskular), penyakit ginjal (nefropathy), impotensi, gangguan pencernaan, komplikasi di mulut (gigi mudah lepas), mudah terinfeksi, kelainan kulit (gatal-gatal biasanya di sekitar kemaluan) dan luka membusuk (gangren).

Selasa, 23 Juni 2015

ANATOMI KULIT

Kulit merupakan organ tubuh paling besar yang melapisi seluruh tubuh, membungkus daging dan organ yang ada didalamnya. kulit meruoakan suatu kelenjar holokrin yang cukup besar dan seperti jaringan tubuh lai, seperti kulit juga beernafas, menyerap oksigen dan mengeluarkan CO2.
Dalam tata kecantikan, perawatan kulit dan wajah menjadu penekanan utama untuk mendapatkan penampilan yang menarik. keseluruhan badan atau tubuh kita, harus dirawat dengan baik.

STRUKTUR KULIT

1. Epidermis( kulit ari), sebagai lapisan yang paling luar
   terdiri atas lima lapisan yang paling atas sampai yang dalam:
    - Stratum Korneum
       terdiri dari sel keratosit yang bisa mengelupas dan berganti
    - Stratum Lusidum
       terdapat pada kulit tebal telapak kaki dan telapak tangan
    - Stratum Granulosum
      mengandung protein kaya akan histidin
    - Stratum Spinosum
     epidermis yang terus mengalami tempat gesekan dan tekanan.
    - Stratum Basale
     diperbaharui setiap 28 hari untuk migrasi ke permukaan, hal ini tergantung usia dan faktor lain
 
2. Dermis 
    Merupakan bagian yang paling penting yang sering dianggap sebagai "True Skin". Terdiri atas jaringan ikat yang menyokong epidermis dan subkutis.
   1. Lapisan papiler, tipis mengandung jaringan ikat jarang
   2. Lapisan Retikuler, tebal terdiri dari jaringan ikat padat.
 
3. Hipodermis ( Subkutis )
    merupakan lapisan paling bawah yang terdiri dari lapisan lemak. Lapisan ini terdapat jaringan ikat yang menghubungkan kulit secara longgar dengan jaringan dibawahnya.